Skripsi Budidaya Pertanian
Pengaruh Pemberian Berbagai Mulsa Organik dan Fosfor Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Tanah(Arachis hypogaea L)
Afif Ali Muntado (E 281 11 030). Pengaruh Pemberian Berbagai Mulsa Organik dan Fosfor Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L). Dibimbing oleh Dr.Ir. Abdul Rauf, M.Si dan Dr.Ir.Iskandar M Lapanjang, MP, 2015.
Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan tanaman kacang-kacangan yang menduduki urutan kedua setelah kedelai, sehingga berpotensi untuk dikembangkan karena memiliki nilai ekonomi dan peluang pasar dalam negeri yang cukup besar. Beberapa kendala teknis yang mengakibatkan rendahnya produksi kacang tanah antara lain pengolahan tanah yang kurang optimal sehingga drainasenya buruk dan struktur tanahnya padat, pemeliharaan tanaman yang kurang optimal, serangan hama dan penyakit, penanaman varietas yang berproduksi rendah dan mutu benih yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh pemberian mulsa organik dan fosfor serta interaksi keduanya terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah. Penelitian dilaksanakan di Lalundu II, Desa Polanto Jaya, Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala, pada April-Juli 2015. Metode yang digunakan adalah, Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dua faktor. Faktor pertama jenis mulsa organik (M) terdiri dari 4 jenis yaitu, Kontrol (M0), Janjang kosong kelapa sawit (M1), Pelepah pisang (M2) dan Jerami padi (M3). Faktor kedua dosis pupuk fosfor (P) terdiri dari 3 dosis yaitu, SP-36 dosis 50 kg/Ha (P1), SP-36 dosis 100 kg/Ha (P2) dan SP-36 dosis 150 kg/Ha (P3), diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukan perlakuan mulsa organik pada dosis fosfor yang berbeda berpengaruh nyata terhadap tinggi, jumlah cabang, berat brangkasan, polong sempurna, polong cipo, berat 100 biji dan produksi biji perhektar. Mulsa organik jerami padi cenderung memberikan nilai tertinggi dan berbeda nyata terhadap mulsa organik lainnya pada komponen pertumbuhan tanaman. Sedangkan pada komponen hasil cenderung tidak konsisten terhadap perlakuan yang diberikan. Pengaruh interaksi antara kedua perlakuan yang dicobakan hanya terjadi pada tinggi tanaman (56 HST) dan berat brangkasan (28 HST).
Tidak tersedia versi lain