Skripsi Hama dan Penyakit Tana
Uji daya hambat ekstrak daun ketepeng cina (Cassia alata L.) terhadap jamur Phytophthora palmivora penyebab penyakit busuk buah kakao (Theobromae cacao L. )
Uji Daya Hambat Ekstrak Daun Ketepeng Cina (Cassia alata L.) Terhadap Jamur Phytophthora palmivora Penyebab Penyakit Busuk Buah Kakao (Theobromae cacao L.)
(SUARNI - E 281 11 203)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak daun ketepeng cina (Cassia alata L) dalam berbagai konsentrasi terhadap jamur patogen P. palmivora pada buah kakao. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Tadulako. Metode penelitian menggunakan rancangan percobaan penelitian Acak Lengkap (RAL) dan di analisis menggunakan persamaan regresi linear sederhana. Pelaksanaan penelitian dilakukan secara bertahap: yakni pembuatan media PDA, isolasi jamur P. palmivora, penyediaan ekstrak daun ketepeng cina dan uji daya hambat ekstrak daun ketepeng cina terhadap pertumbuhan jamur P. palmivora yang dilakukan dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan sehingga terdapat 20 unit percobaan. Pengamatan dilakukan dari hari ke 3 (tiga) sampai hari ke 7 (tujuh) setelah inokulasi.
Berdasarkan hasil perhitungan persentase daya hambat ekstrak daun ketepeng cina menunjukkan bahwa kelima perlakuan konsentrasi yaitu P1 (0,5%), P2 (1%), P3 (1,5%), P4 (2%), dan P5 (2,5%) memiliki tingkat daya hambat yang berbeda-beda terhadap pertumbuhan koloni jamur P. palmivora. Dari kelima perlakuan menunjukan bahwa pada rata-rata konsentrasi 2,5% ekstrak daun ketepeng cina lebih baik dalam menghambat pertumbuhan diameter jamur P. palmivora yakni sebesar 30,18%, namun pada konsentrasi 2% lebih efisien dibandingkan perlakuan lainnya karena daya hambatnya tidak berbeda nyata dengan konsentrasi 2,5%. Setelah di analisis menggunakan metode persamaan regresi linear, diduga dengan persamaan y = –5,081 + 14,226x dengan koefisien determinasi adalah 0,91 yang artinya persentase penghambatan pertumbuhan jamur P. palmivora 91% di pengaruhi oleh pemberian konsentrasi ekstrak daun ketepeng cina. Lebih besarnya daya hambat pada konsentrasi 2,5% dapat disebabkan perbedaan kandungan senyawa yang terikat pada setiap konsentrasi ekstrak seperti adanya senyawa flavonoid dan tannin. Senyawa flavonoid dapat mengganggu fungsi mitokondria dan juga fungsi membran. Sedangkan senyawa tanin dapat bereaksi dengan protein ataupun enzim dan membentuk senyawa kompleks yang menghambat pertumbuhan mikroorganisme.
Tidak tersedia versi lain