Skripsi Budidaya Pertanian
Beberapa Karakteristik Kimia Tanah Pada Toposekuen DAS Poboya, Kota Palu
ROOSLIANA TAMBUNAN (E 281 10 114). BEBERAPA KARAKTERISTIK KIMIA TANAH PADA TOPOSEKUEN DAS POBOYA, KOTA PALU DI BIMBING OLEH ULFIYAH A. RAJAMUDDINDAN ABDUL RAHIM THAHA.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan beberapa karakteristik kimia tanah pada toposekuen DAS Poboya, Kota Palu yang didasarkan pada beberapa perbedaan toposequen pada sub DAS.Serta untuk mengetahui kandungan kimia tanah pada beberapa toposekuen berdasarkan kedalaman tanah pada sub DAS Poboya.Sedangkan kegunaan dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi mengenai kandungan kimia tanah pada beberapa toposekuen sub DAS Poboya serta dapat digunakan sebagai bahan pembanding dalam penelitian-penelitian berikutnya.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif eksploratif yang pendekatan variabelnya dilakukan melalui survei lapangan dan didukung hasil analisis tanah di laboratoriumLingkungan Hidup Fakultas Pertanian Universitas Tadulako. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan juni 2015 sampai dengan selesai. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah peralatan dilapangan yaitu GPS (Global Position System), tipe nagivasi, skop, cangkul, meteran profil, buku Munsell Soil Colour Chart, ring sampel, kantong plastik, karung, kertas label, peta, Kamera digital, cutter, alat tulis menulis dan seperangkat alat laboratorium untuk analisis sifat kimia tanah. Sedangkan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel tanah, kantong plastik sampel, karet gelang, kertas lebel serta larutan kimia yang digunakan untuk analisis sifat-sifat kimia tanah di Laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perbedaan letak dilereng pada DAS Poboya mempengaruhi sifat kimia tanah yang terdiri dari pH tanah yang berharkat masam berada pada kisaran 4,55-5,78 yang letaknya pada lereng atas sedangkan berharkat agak masam berada pada kisaran 4,65-6,28 yang letaknya pada lereng bawah. Begitu pula pada C-Organik, N-Total, C/N Rasio, P-Total, K-Total, dan KTK mengalami penurunan pada lereng atas, tetapi pada lereng bawah terjadi peningkatan. Pada Kejenuhan Basa lebih tinggi pada lereng atas dan lebih rendah pada lereng bawah. Menurut kedalaman tanah, secara vertikal beberapa karaketristik kimia tanah mengalami peningkatan dan penurunan menurut kedalaman tanah. Pada lereng atas mengalami peningkatan pada lapisan atas tanah, sedangkan pada lapisan bawah tanah terjadi penurunan. Kejenuhan Basa mengalami peningkatan pada lapisan bawah tanah dan terjadi penurunan pada lapisan atas tanah. Lereng bawah mengalami peningkatan pada lapisan bawah tanah, sedangkan pada lapisan atas tanah mengalami penurunan, tetapi pada P-Total dan K-Total terjadi peningkatan pada lapisan atas tanah dan terjadi penurunan pada lapisan bawah tanah.
Tidak tersedia versi lain