Skripsi Sosial Ekonomi Pertani
Analisis Titik Pulang Pokok Usaha Bawang Goreng Pada IKM Sal-Han Di Kota Palu
Analisis Titik Pulang Pokok Usaha Bawang Goreng pada IKM Sal-Han di Kota Palu. (Fransisca Gabriella E 321 13 031) dibimbing oleh Effendy dan Yulianti.
Secara komparatif Indonesia unggul dalam sumber daya alam yang berlimpah, dan sumber daya manusia secara kuantitas dan kualitas, sehingga bisa memberi peluang untuk menumbuhkan industri nasional terutama agroindustri. Bawang merah (Allium ascolanicum L) adalah salah satu komoditas hortikultura yang digunakan sebagai bahan baku industri makanan, obat-obatan, dan penyedap masakan karena aroma dan rasanya yang khas. Bawang merah mempunyai potensi dan peluang yang cukup baik sebagai komoditas agribisnis, karena termasuk komoditas sayuran unggulan Indonesia setelah kentang, kubis dan cabe.
IKM Sal-Han ialah salah satu industri yang memproduksi bawang goreng di Kota Palu yang produksinya telah banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Selain memproduksi bawang goreng, perusahaan ini juga mempunyai berbagai macam produk yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui besar produksi yang dikeluarkan dan berapa besar penerimaan yang diperoleh sehingga Industri Sal-Han di Kota Palu mencapai Titik Pulang Pokok. Penelitian ini dilaksanakan di IKM Sal-Han yang beralamat Jl. Sis Aljufri, No. 48 Kota Palu, Sulawesi Tengah dan berlangsung selama dua bulan yaitu pada bulan maret 2017 sampai dengan april 2017. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara observasi dan wawancara langsung dengan responden, dalam hal ini yaitu pimpinan perusahaan dan 2 orang karyawan industri dengan menggunakan daftar pertanyaan (Questionaire), sedangkan data sekunder diperoleh dari jurnal, literatur-literatur dan instansi/dinas terkait dengan penelitian ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Titik Pulang Pokok untuk kemasan 60 gr dicapai pada volume produksi sebanyak 185 kemasan sehingga diperoleh penerimaan dan total biaya produksi saat titik pulang pokok sebesar Rp 2.960.000. Titik Pulang Pokok untuk kemasan 100 gr dicapai pada volume produksi sebanyak 221 kemasan sehingga diperoleh penerimaan dan total biaiya produksi saat titik pulang pokok sebesar Rp 5.304.000. Titik Pulang Pokok untuk kemasan 120 gr dicapai pada volume produksi sebanyak 162 kemasan sehingga diperoleh penerimaan dan total biaya produksi saat titik pulang pokok sebesar Rp 4.860.000. Titik Pulang Pokok untuk kemasan 200 gr dicapai pada volume produksi sebanyak 120 kemasan sehingga diperoleh penerimaan dan total biaya produksi saat titik pulang pokok sebesar Rp 5.760.000. Titik Pulang Pokok untuk kemasan 500 gr dicapai pada volume produksi sebanyak 36 kemasan sehingga diperoleh penerimaan dan total biaya produksi saat titik pulang pokok sebesar Rp 4.320.000.
Tidak tersedia versi lain