Skripsi Budidaya Pertanian
Analisis Beberapa Status Kimia Tanah di Lahan Pertanian Bawang Merah ( Allium ascalonicum L.) di desa Maku
Faizal Arief M (E 281 12 210) Analisis Beberapa Status Kimia Tanah di Lahan Pertanian Bawang Merah ( Allium ascalonicum L.) di desa Maku.(Isrun dan Rachmat Zainuddin 2017).
Faktor- factor yang menyebabkan rendah nya hasil yang dicapai selama ini adalah rendah nya tingkat kesuburan tanah, ketersediaan air yang terbatas, penggunaan bibit yang tidak seragam dan bermutu rendah serta kualitas ). Perbaikan kesuburan tanah dapat dilakukan melalui pemberian bahan organik dan dan pemupukan sesuai tuntutan kebutuhan tanaman dan hasil yang diharapkan. Ketersediaan hara dalam tanah dalam keadaan cukup dan seimbang merupakan salah satu kunci keberhasilan budidaya bawang merah.
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) varietas Lembah Palu merupakan salah satu komoditas unggulan Sulawesi Tengah dan merupakan bahan baku industri pengolahan bawang goreng serta telah menjadi local brand Kota Palu. Salah satu keunikan bawang ini yang membedakan dengan bawang merah lainnya adalah umbinya mempunyai tekstur yang padat sehingga menghasilkan bawang goreng yang renyah dan gurih serta aroma yang tidak berubah walaupun disimpan lama dalam wadah yang tertutup. Jenis bawang merah ini dikenal dengan nama bawang merah varietas lembah palu.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui status hara pada tanaman bawang merah di Desa Maku Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi. KegunaanHasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan konstribusi serta informasi dalam tindakan pengelolaan dan penggunaan lahan yang diperuntukkan untuk memperoleh hasil yang maksimal
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey lapangan dan pemilihan lokasi pengambilan sampel ditentukan secara Purposiv. Adapun tahapan dalam pelaksanaan penelitian tentang kajian beberapa karakteristik kimia tanah pada tiga tipe penggunaan lahan di Desa Maku Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi ini yaitu : Survey lapangan yang meliputi pengumpulan data, pembuatan peta lokasi, penentuan titik lokasi penelitian, pengambilan sampel dan analisis laboratorium yang meliputi analisis sifat kimia tanah dari hasil pengukuran yang dilakukan di lapangan,
Bahwa kandungan C-Organik pada lahan bawang merah di Desa Maku menunjukan presentasi yang rendah yaitu 0,97-0,70%. Kandungan bahan organik yang rendah pada lahan bawang di Desa Maku disebabkan oleh penanaman bawang secara intensif tanpa adanya pergiliran tanaman dan juga sisa-sisa dari penen tidak dikembalikan lagi ke tanah Menunjukan bahwa kandungan pH pada tanah pada lahan bawang di Desa Maku netral yaitu 7,35-7,6 Cmol(+)kg-1. Menunjukan bahwa kandungan N-Total pada lahan bawang di Desa Maku rendah yaitu 0,07-0,04%. Kandungan N-Total yang rendah ini disebabkan juga oleh penanaman bawang secara intensif tanpa adanya pergiliran tanaman, Menunjukan bahwa kandungan P-Total pada lahan bawang di Desa Maku rendah yaitu 17,18-15,06 mg/100g, Menunjukan bahwa kandungan K-Total pada lahan bawang di Desa Maku rendah yaitu 11,84-11,01 mg/100g. Nilai yang sangat rendah ini mungkin disebabkan oleh kandungan K alami di tanah Desa Maku yang rendah, Menunjukan bahwa kandungan KTK tanah pada lahan bawang di Desa Maku rendah yaitu 5,91-4,08 Cmol(+)kg-1.
Dari hasil di dapatkan beberapa kesimpulan bahwa Hasil analisis kimia tanah menunjukan bahwa unsur C-Organik, P- Total, K- Total, KTK dan N memiliki kadar yang rendah pada lahan bawang di Desa Maku sangat dipengaruhi oleh bahan induk dan kadar bahan organik tanah Hasil analisis kimia tanah menunjukkan pH di lahan Bawang merah di Desa Maku menunjukan status netral.
Kata kunci : Kesuburan Tanah, Bawang Merah.
Tidak tersedia versi lain