Skripsi Budidaya Pertanian
Karaketiristik Fisika Tanah pada Posisi Lereng Berbeda Lahan Tanaman kakao di Desa Petimbe Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi
Telah banyak diketahui bahwa dari tahun ke tahun produktivitas kakao Indonesia semakin menurun. Disamping produktivitas yang semakin menurun, mutu kakao Indonesia khususnya biji kakao produksi perkebunan rakyat masih rendah. Karakteristik fisika tanah sangat perlu dilakukan guna dapat membantu mengetahui latar belakang tanah satu lahan komoditi pada lereng berbeda. Sehingga menghasilkan pengetahuan baru akan hal tersebut. Dengan adanya analisis karakteristik fisika pada lahan kakao dengan lereng yang berbeda maka dapat memberikan informasi baru yang belum banyak diketahui sebelumnya dan dapat menghantar pada usaha pengelolaan sifat fisika tanah yang lebih baik dalam usaha meningkatkan produksi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik fisika tanah pada toposekuen lahan tanaman kakao dengan lereng datar 4 %, lereng landai 10% dan lereng agak curam 18%. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Petimbe Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi. Analisis fisika tanah dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Oktober 2019 sampai dengan bulan November 2019. Analisis data yang digunakan menggunakan metode deskriptif eksploratif yaitu mendeskripsikan masing-masing pengamatan karakteristik fisika tanah berdasarkan hasil analisis di laboratorium serta di lapangan. Data hasil analisis diinterpretasi dengan melihat kecenderungan nilai data. Sampel tanah diambil secara sengaja di lokasi pengambilan sampel. Titik koordinat pengambilan sampel tanah disesuaikan pada saat proses penentuan pengambilan titik sampel di lapangan dengan menggunakan GPS. Sampel tanah yang diambil di lapangan berupa sampel tanah utuh dan sampel tanah tidak utuh. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada kedalaman 0 sampai dengan 20 cm. Penentuan titik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, yaitu pada kaki lereng, tengah lereng, dan puncak lereng pada lahan tanaman kakao. Pada setiap lereng terdapat tiga titik pengambilan sampel, setiap titik terdapat dua sampel tanah dengan jarak 5 meter antara satu sampel dengan sampel lainnya. Sehingga diperoleh 18 sampel tanah utuh dan 18 sampel tanah tidak utuh pada posisi lereng yang berbeda, kemudian pada sampel tanah tidak utuh akan dikompositkan sehingga menjadi 9 sampel tanah tidak utuh. Nilai permeabilitas tertinggi yaitu 9,19 cm/jam terdapat pada lereng 4% dengan posisi bagian bagian atas, nilai permeabilitas terendah yaitu 0,42 cm/jam terdapat pada lereng 10% dengan posisi bagian atas. Nilai bobot isi tertinggi yaitu 1,53 g/cm3 terdapat pada lereng 4% dengan posisi bagian tengah dan pada lereng 10% pada posisi bagian atas lereng sedangkan nilai bobot isi terendah yaitu 1,37 g/cm3 terdapat pada lereng 4% dengan posisi bagian atas. Nilai tertinggi porositas yaitu 43,45 % terdapat pada lereng 4% dengan posisi bagian atas dan pada lereng 10% dengan posisi bagian tengah lereng, sedangkan nilai terendah porositas yaitu 31,81% terdapat pada lereng 4% dengan posisi bagian tengah. Nilai tertinggi bahan organik yaitu 5,02% terdapat pada lereng 4% dengan posisi bagian atas, nilai terendah bahan organik yaitu 2,89% terdapat pada lereng 4% dengan posisi bagian tengah dan pada lereng 10% dengan posisi bagian atas lereng. Nilai tertinggi kemantapan agregat yaitu 6,56 terdapat pada lereng 4% dan nilai terkecil kemantapan agregat yaitu 4,84 terdapat pada lereng 18%. Nilai tertinggi kadar air kapasitas lapang yaitu dengan nilai 30,49% terdapat pada lereng 4% dengan posisi bagian atas dan nilai terendah kadar air kapasitas lapang yaitu dengan nilai 25,05% terdapat pada lereng 18% dengan posisi bagian tengah. Perbaikan terhadap sifat fisika tanah di lahan perkebunan kakao diharapkan dapat meningkatkan hasil buah kokoa.
Tidak tersedia versi lain