Skripsi Budidaya Pertanian
Viabilitas dan Vigor Benih Kelor (Moringa oleifera L.) pada Berbagai Elevasi dan Posisi Biji Dalam Buah
Winda Wilastri (E 281 004). Viabilitas dan Vigor Benih Kelor (Moringa oleifera L.) pada Berbagai Elevasi dan Posisi Biji Dalam Buah. (dibimbing oleh Maemunah, 2019)
Tanaman kelor merupakan salah satu tanaman ajaib, tidak hanya menjadi sumber pangan, pengobatan dan bahan ternak, tanaman ini juga dapat sebagai sumber energi alternatif bahan bakar (biodesel) yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara elevasi dan posisi biji dalam buah, elevasi terbaik, dan posisi biji dalam buah terbaik pada viabilitas dan vigor benih kelor (Moringa oleifera L.). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako dan dilakukan pada bulan Februarisampai bulan Maret 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAL) dengan 2 Faktor dengan 6 perlakuan, 4 kali ulangan sehingga diperoleh 360 butir benih kelor. Hasil penelitian menunjukan pada Elevasi menunjukkan pengaruh yang nyata pada parameter volume akar, tinggi kecambah 7 HST, bobot basah, dan bobot kering kecambah. Pada parameter volume akar, tinggi kecambah 7 HST, bobot basah dan bobot kering, nilai tertinggi dihasilkan oleh benih yang berasal dari elevasi 0-100 m dpl. Posisi biji dalam buah menunjukkan pengaruh yang nyata pada parameter daya kecambah, potensi tumbuh maksimum, volume akar dan bobot kering. Hasil penelitian menunjukan bahwa biji yang terletak pada posisi tengah buah yang menghasilkan nilai tertinggi yaitu daya kecambah 88,89 %, potensi tumbuh maksimum 90,00 %, volume akar 0,82 M3, dan bobot kering 0,98 g dibandingkan biji yang terletak pada bagian pangkal buah. Interaksi elevasi dan posisi biji dalam buah menunjukkan bahwa setiap elevasi akan memiliki pengaruh yang berbeda pada tinggi kecambah jika benih yang digunakan diperoleh dari posisi yang berbeda pada buah.
Tidak tersedia versi lain