Skripsi Sosial Ekonomi Pertani
Analisis Nilai Tambah Usaha Bawang Goreng Pada Industri Sal-Han di Kota Palu
Widya Veronica Kundimang (E 321 16 033)¬ Analisis Nilai Tambah Usaha Bawang Goreng pada Industri Sal-han di Kota Palu (dibimbing oleh Arifuddin Lamusa dan Al Alamsyar, 2020)
Provinsi Sulawesi Tengah memiliki peluang untuk mengembangkan usahatani bawang merah lembah Palu khususnya wilayah lembah palu, mengingat bahwa bawang merah lembah Palu adalah salah satu komoditas sayuran rempah unggulan yang biasa digunakan sebagai bahan penyedap masakan, bahan baku industri makanan, dan obat-obatan.
Bawang merah lembah palu merupakan jenis tanaman hortikultura yang tidak dapat disimpan lama karena mudah rusak dan sulit untuk dipertahankan dalam bentuk segar. Perlu adanya penanganan pasca panen yang baik untuk memperpanjang kualitas dan masa simpan serta meningkatkan nilai ekonomis bawang merah, seperti diolah menjadi bawang goreng. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai tambah yang diperoleh bawang merah setelah diolah menjadi bawang goreng pada industri Sal-han di Kota palu.
Penelitian ini dilaksanakan pada industri Sal-Han di Kota Palu. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purpossive) dengan pertimbangan bahwa industri bawang goreng Sal-han memiliki peluang usaha yang baik untuk dikembangkan. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan November 2019 hingga Februari 2020. Responden dalam penilitian ini adalah pemimpin perusahaan sebanyak 1 orang, karyawan bagian produksi 1 orang dan karyawan bagian pemasaran sebanyak 2 orang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi bawang goreng pada Industri Sal-han pada bulan Desember tahun 2019 menggunakan 1.800kg bawang merah lembah palu yang menghasilkan 450kg bawang goreng yang dikemas dalam kemasan 60gr, 75gr, 100gr, 120gr, 200gr, 230gr, dan 450gr. Besarnya pendapatan produksi bawang goreng pada Industri Sal-han yaitu sebesar Rp. 14.326.986, dan nilai tambah yang diperoleh dari hasil olahan bawang merah menjadi bawang goreng adalah sebesar Rp.10.378/kg, dengan keuntungan sebesar Rp. 8.044,648, sehingga pada bulan desember tahun 2019 Industri Salhan mendapatkan nilai tambah bersih untuk produk bawang goreng sebesar Rp. 14.480.366-, atau sebesar 77,52%. Besarnya keuntungan dipengaruhi oleh besarnya nilai tambah, semakin besar nilai tambah maka keuntungan yang diperoleh perusahaan akan semakin besar, sedangkan nilai tambah produksi bawang goreng dipengaruhi oleh besarnya nilai output, harga bahan baku, dan nilai sumbangan input lain.
Tidak tersedia versi lain