Skripsi Sosial Ekonomi Pertani
Analisis Pemasaran Kakao di Desa Omu Kecamatan Gumbasa kabupaten Sigi
Andrew Anugrah Pratama (E 321 13177) Analisis Pemasaran Kakao di Desa Omu Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi (dibimbing oleh Saharia Kassa dan Wildani Pingkan S.Hamzen)
Kakao (Theobroma cacao L) merupakan salah satu jenis tanaman perkebunan yang banyak dijumpai di Daerah Sulawesi Tengah. Salah satu wilayah yang dapat menghasilkan kakao adalah Kabupaten Sigi ada 15 kecamatan yang dapat menghasilkan produksi kakao di Kabupaten Sigi. Permasalahan yang dihadapi para petani kakao adalah tidak mengetahui perubahan harga kakao dipasaran sehingga para petani hanya mempercayakan kepada pedagang untuk memberi harga produksi yang dihasilkan. Alasan penulis meneliti pemasaran kakao di Desa Omu karena Desa Omu adalah salah satu desa yang menghasilkan cukup banyak kakao dan mengetahui itu penulis tertarik untuk melihat apakah saluran pemasaran kakao yang dilakukan oleh petani telah efektif dan efisien atau belum.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk saluran pemasaran, margin pemasaran, bagian harga yang diterima petani (Produsen) kakao dan efisiensi pemasaran kakao pada masing-masing saluran di Desa Omu Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi. Penentuan Responden dilakukan dengan cara mengambil petani kakao yaitu 40 responden petani kakao yang ada di Desa Omu, 3 pedagang Pengumpul dan 1 Pedagang Besar dengan menggunakan metode sampel acak sederhana (Simple random sampling method) untuk petani dan penjajakan (Tracing sampling) untuk pedagang sehingga sampel secara keseluruhan berjumlah 44 responden.
Hasil analisis menunjukkan ada dua bentuk saluran pemasaran yang ada di Desa Omu Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi yaitu: Saluran I) produsen menjual kakao kepada pedagang pengumpul kemudian di jual ke pedagang besar dan dijual lagi ke konsumen akhir (Industri Rumah Coklat). Saluran II) Produsen menjual kakao kepada pedagang besar, kemudian pedagang besar menjual ke konsumen akhir. Margin total pemasaran kakao yang diperoleh pada saluran pertama yaitu Rp.5.500, dan margin total yang diperoleh pada saluran kedua yaitu Rp.3000. Bagian harga yang di terima oleh produsen pada saluran I sebesar 82,53% sedangkan bagian harga yang diterima oleh produsen pada saluran II sebesar 90,47%. Efisiensi pemasaran saluran I sebesar 2,06%, dan pada saluran II sebesar 1,82%, sehingga saluran II lebih efisien dibanding dengan saluran I.
Tidak tersedia versi lain