Skripsi Hama dan Penyakit Tana
Eksplorasi Arthropoda yang berasosiasi pada Tanaman Bawang Merah Varietas Lembah Palu (Allium wakegi araki)
Surpiadin I. Tjambaru (E28121042), Eksplorasi Arthropoda yang berasosiasi pada Tanaman Bawang Merah Varietas Lembah Palu (Allium wakegi araki) (Dibimbing Oleh Ir. Abd. Wahid, M.Si dan Dr. Hasriyanty, S.P, M.Si.)
Bawang Merah merupakan suatu komoditi hortikultura penting karena menjadi sumber penghasilan masyarakat dan memebrikan sokongan terhadap pembangunan ekonomi wilayah, sehingga banyak di budidayakan di hampir seluruh wilayah di Indonesia. Bawang merah kayak akan manfaat yaitu sebagai sumber vitamin, sebagai bumbu pelezat masakan dan sebagai obat. Salah satu kendala yang dihadapi dalam proses budidaya tanaman bawang merah adalah serangan hama yang berpotensi adanya kerusakan pada daun bawang merah. Hama utama yang menyebabkan adanya kerugian pada tanaman bawang merah yaitu hama Spodoptera. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas, keanekaragaman, serta mengidentifikasi peran arthropoda dan berasosiasi pada tanaman bawang merah varietas Lembah Palu. Metode pengambilan data dilakukan dengan tiga teknik yaitu hand collecting, pitfaltrap, dan yellow trap. Hasil penelitian menunjukkan 1.282 Arthropoda yang ditemukan di Kelurahan kayumalue Ngapa , yang terdiri dari 3 kelas yaitu insekta,arachnida, dan collembola, 9 ordo, 16 famili, dan 22 genus, 2066. Arthropoda yang ditemukan di desa Watunonju, yaitu terdiri dari 3 kelas yaitu insekta, arachnida, dan collembola, 9 rodo, 14 famili, dan 22 genus dengan peran fungsional yang berbeda, seperti herbivora, parasitoid, predator, polinator, dan dekomposer. Hasil analisis di kelurahan kayumalue Ngapa menunjukkan bahwa indeks keanekaragaman (H') berada pada kategori rendah (0,14), dengan indeks kemerataan (E) tinggi (0,72), dan indeks dominansi (D) rendah (0,41), di kelurahan Tanamodindi menunjukkan bahwa indeks keanekaragaman (H') berada pada kategori sedang (1,95), dengan indeks kemerataan (E) tinggi (0,61), dan indeks dominansi (D) rendah (0,14). Pada uji-t H' berbeda nyata terhadap keanekaragaman di kelurahan Kayumalue Ngapa dan di Kelurahan Tanamodindi sementara kemerataan dan dominansi tidak berbeda nyata, dan di Desa Watunonju indeks keanekaragaman berbeda nyata sementara indeks kemerataan dan dominansinya tidak berbeda nyata.
Tidak tersedia versi lain