Skripsi Budidaya Pertanian
Kualitas Fisikokimia dan Organoleptik Roti dari Berbagai Tepung Umbi-umbian
Nur Azizah (E28120288) "Kualitas Fisikokimia dan Organoleptik Roti dari Berbagai Tepung Umbi-umbian" Penelitian di bimbing oleh ibu Rostiati dg. Rahmatu dan ibu Septian Pala Ariany.
Roti merupakan salah satu produk pangan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat karen praktis dan bernilai energi tinggi. Namun, sebagian besar roti yang beredar dipasaran masih menggunakan tapung terigu sebagai bahan baku utama. Umbi-umbian seperti ubi jalar (Ipomoea batatas), ubi kayu (Manihot esculenta), dan ubi talas (Colocasia esculenta) merupakan sumber karbohidrat yang mudah dibudidayakan di berbagai daerah Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan sifat fisikokimia dan sensoris roti dari tepung umbi-umbian dengan penambahan tepung daun kelor. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Agroindustri Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai Oktober 2024. Penelitian dilaksanakan secara eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). RAL digunakan pada analisis kimia (derajat pengembangan, kadar air, kadar abu, dan kadar protein). sedangkan RAK digunakan untuk analisis pada uji organoleptik metoe hedonik (uji kesukaan). Penelitian ini terdiri dari 4 taraf perlakuan dan 4 kali ulangan sehingga diperoleh 16 unit percobaan. Perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga dipeorleh 24 kali percobaan. parameter peneltiian diantaranya derajat pengembangan kadar air, kadar abu, kadar protein, dan uji organoleptik ( warna, tekstur, aroma dan rasa). Data yang dipeorleh dianalsiis secara statistik menggunakan Analysis of Variance (ANOVA), apabila perlakuan memberikan pengaruh nyata atau sangat nyata akan dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf 1%. Analisis data dilakukan menggunakan software statistik (excel). Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan terbaik dari segi karakter fisikokimia terdapat pada tepung bui talas , karena memiliki derajat pengembangan tertinggi sebesar 12,00%, kadar abu 1,11%, dan kadar protein 13,97%. Sementara itu kadar air tertinggi terdapat pada tapung ubi jalar sebesar 30,05%. Dari aspek sensoris, tepung ubi jalar memebrikan hasil terbaik pada teksutre dengan nilai 4,90 (agak suka) dan rasa 4,50 (agak suka), sedangkan tepung ubi kayu lebih unggul pada warna dengan nilai 5,00 (agak suka) serta aroma dengan nilai 4,40 (netral). Dengan demikian, dapat di simpulkan bahwa tepung ubi talas lebih unggul dalam sifat fiiskokimia, sedangkan tepung ubi jalar dan ubi kayu memberikan penilaian terbaim pada sifat sensoris.
Tidak tersedia versi lain