Skripsi Budidaya Pertanian
Karakter Agronomi Beberapa Galur Padi Gogo Lokal Hasil Ratun Di Desa Kaduwa'a Kecamatan Lore Utara Kabupaten Poso
Lail Nurwahyudi (E28121126), Karakter Agronomi Beberapa Galur Padi Gogo Lokal Hasil Ratun Di Desa Kaduwa'a Kecamatan Lore Utara Kabupaten Poso (pembimbing Sakka Samudin dan Andi Ete, 2025).
Pertumbuhan penduduk di Indonesia yang terus meningkat, menimbulkan kebutuhan beras sebagai makanan pokok semakin tinggi. Peluang untuk mengembangkan padi gogo sangat luas dan sangat besar, seperti perluasan areal pertanaman, peningkatan produktivitas menggunakan varietas unggul baru, penggunaan sistem ratun dalam pertanian padi diharapkan mampu meningkatkan hasil pertanian yang sebelumnya kurang memuaskan, Padi ratun adalah taman tanaman padi yang tumbuh dari tunas di buku tanggul atau batang padi tersisa pada saat panen tunggu tanaman padi yang dapat menambah hasil padi. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh karakter agronomi beberapa galur padi gogo lokal hasil ratun yang memiliki hasl dan produksi tertinggi. Penelitian ini akan dilaksanakan dilahan pertanian di Desa Kaduwa'a (Dataran Tinggi NApu) pada ketinggian tempat 900-1200 mdpl, dengan letak geografis 01o 27'45" lS dan 120o 22'32" BT, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso. Waktu penelitian dimulai dari bulan Juli sampai April 2025. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Penelitian ini menggunakan 6 galur padi gogo lokal yaitu G1= Kalendeng, G2= Kalendeng Hitam Putih, G3= Tako, G4= Tako Panjang, G5= Puyutas, G6= Donghan yang diulang sebanyak empat kali sehingga diperoleh 24 petak percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiap galur yang dicobakan mempunyai keunggulan yang berbeda beda, namun didapatkan galur dengan pertumbuhan terbaik dibandingkan galur lainnya, yaitu galur tako yang memiliki keunggulan dalam tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah per malai, dan produksi ton per hektar. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa ada 3 galur yaitu kalendeng, tako, dan puyutas yang memiliki karakter agronomi terbaik dan memiliki penurunan produksi paling rendah dari tanaman utama ke tanaman ratun dibandingkan dengan galur lainnya.
Tidak tersedia versi lain