Skripsi Hama dan Penyakit Tana
Efektivitas Nanobiopestisida Serai wangi (Cymbopogon nardus L) Dalam Menghambat Pertumbuhan {hytophthora palmivora Penyebab Penyakit Buah Kakao Secara In-Vitro
Ismail (E28121043). Efektivitas Nanobiopestisida Serai wangi (Cymbopogon nardus L) Dalam Menghambat Pertumbuhan {hytophthora palmivora Penyebab Penyakit Buah Kakao Secara In-Vitro. Dibimbing oleh Dr. Irwan Lakani, S.P., M.Si dan Mutmainnah., S.Si., M.P (2026).
Kakao merupakan komoditi hasil perkebunan yang mempunyai peran penting dalam perekonomian di Indonesia. Salah satu penyebab rendahnya produktivitas tanaman kakao adalah tingginya serangan hama dan juga penyakit. salah staunya seperti serangan patogen Phytophthora palmivora yang menyebabkan busuk buah kakao. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Nano Biopestisida Serai Wangi (Cymbopogon nardus L) dalam menghambat pertumbhhan patogen P. palmivora. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako pad aApril hingga Juni 2025. Penelitian ini dilakukan secara in-vitro dengan metode media beracun atau peracuanan makanan untuk melihat laju pertumbuhan koloni dan Efektivitas daya hambta Nano Biopestisida Serai Wangi (Cymbopogon nardus L) terhadap Pertumbuhan Patogen P. palmivora pada media PDA. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 7 perlakuan yang terdiri dari kontrol (Tanpa Perlakuan), SW1 (0,5%), SW2 (1%), SW3 (1,5%), SW4(2%), SW5 (2,5%) dan SW6 (3%) dengan 3 kali ulangan, sehingga diperoleh 21 unit percobaan. Data yang dikumpulkan diuji dengan menggunakan Uji Beda Nyata Junur (BNJ) pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nano Biopestisida Serai Wangi (Cymbopogon nardus L) mampu menghambat pertumbuhan koloni patogen P. palmivora. Konsentrasi tertinggi SW6(3%) memeberikan daya hambat terbesar secara konsisten sepanjang waktu pengamatan denga rata-rata persentase daya hambat sebesar 97,59%, denagn diameter koloni 0,2 cm pada hari ke 1-7 HSI. Sedangkan perlakuan SW1(0,5%) memiliki efektivitas daya hambat paling rendah yaitu dengan rata-rata persentase daya hambat 4,53%. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang digunakan, semakin besar pula daya hambat terhadap pertumbuhan patogen.
Kata Kunci : Nanobiopestisida, Serai Wangi, Phytophthora palmivora, Kakao, daya Hambat
Tidak tersedia versi lain