Skripsi Hama dan Penyakit Tana
Efektivitas Ekstrak Daun Sirih dan Rimpang Lengkuas Sebagai Biofungisida Terhadap Penyebab Penyakit Antraknosa (Colletotrichum capsici) pada Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Secara In Vitro
Moh. Irfan (E28120258) Efektivitas Ekstrak Daun Sirih dan Rimpang Lengkuas Sebagai Biofungisida Terhadap Penyebab Penyakit Antraknosa (Colletotrichum capsici) pada Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Secara In Vitro
Cabai rawit merupakan komoditas hasil pertanian yang mempunyai peran penting dalam perekonomian di Indonesia. Salah satu penyebab rendahnya produktivitas tanaman cabai rawit adalah tingginya serangan hama dan juga penyakit. Salah satunya seperti serangan patogen Colletotrichum capsici yang menyebbakan busuk buah pada cabai rawit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi optimum kombinasi ekstrak daun sirih dan rimpang lengkuas sebagai biofungisida dalam menghambat pertumbuhan jamur C. capsici. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tanaman, Fakultas Pertanian, Universita Tadulako, Palu, dimulai Desember 2024 - Juni 2025. Penelitian dilaksanakansecara in-vitro dengan metode Poision food atau peracuanan makananuntuk melihat laju pertumbuhan diameter koloni dan persentase daya hambat Ekstrak Daun Sirih dan Rimpang Lengkuas terhadap Pertumbuhan Patogen C. capsici pada media PDA. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial dengan 7 perlakuan dan diulang sebanyak 5 kali, sehingga diperoleh 35 unit percobaan, yang terdiri SL0 (tanpa ekstrak), SL1 (Ekstrak Daun Sirih 0,3% + Ekstrak Rimpang Lengkuas 0,3%), SL2 (Ekstrak Daun Sirih 0,3% + Ekstrak Rimpang Lengkuas 0,5%), SL3 (Ekstrak Daun Sirih 0,5% + Ekstrak Rimpang Lengkuas 0,3%), SL4 (Ekstrak Daun Sirih 0,5% + Ekstrak Rimpang Lengkuas 0,5%), SL5 (Ekstrak Daun Sirih 0,5% + Ekstrak rimpang Lengkuas 0,7%), dan SL6 (Ekstrak Daun Sirih 0,7% + Ekstrak Rimpang Lengkuas 0,5%). Data yang dikumpulkan diuji dengan menggunakan Uji Beda nyata Jujur (BNJ) pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak daun sirih dan rimpang lengkuas terbukti berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan C. capsici, dengan efektivitas yang bervariasi sesuai konsentrasi masing-masing ekstrak. SL5 (perlakuan ekstrak daun sirih 0,5% + Ekstrak Rimpang lengkuas 0,7%) dan SL6 (Ekstrak Daun Sirih 0,7% + Ekstrak Rimpang Lengkuas 0,5%) menunjukkan daya hambat paling tinggi mencapai efektivitas 93,51% dengan kemampuan menekan pertumbuhan koloni secara total 0,50 cm hingga 10 HSI. sedangkan perlakuan SL1 (Eksyrak Daun Sirih 0,3% + Ekstrak Rimpang Lengkuas 0,3%0 memiliki persentase daya hambat paling rendah yaitu dengan rata-rata efektivitas 11,65%. semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang digunakan, semakin besar pula daya hambat terhadap pertumbuhan patogen.
Kata Kunci: Ekstrak Daun Sirih, Rimpang Lengkuas, Biofungisida, Colletotrichum capsici, Cabai Rawit, In Vitro.
Tidak tersedia versi lain