Skripsi Hama dan Penyakit Tana
Pengaruh Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Kepadatan Populasi dan Intensitas Serangan Ulat Krop (Crocidolomia pavonana (F)) (Lepidoptera: pyralidae) Pada Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.)
Anisa (E 281 21 140) "Pengaruh Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Kepadatan Populasi dan Intensitas Serangan Ulat Krop (Crocidolomia pavonana (F)) (Lepidoptera: pyralidae) Pada Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.)" (Dibimbing oleh Prof. Dr. Ir. Mohammad Yunus, M.P dan Prof. Dr. Shahabuddin, M.Si).
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak daun sirsak terhadap tingkat kepadatan populasi, intensitas serangan larva C. pavonana, dan produksi tanaman pakcoy, mengetahui hubungan antara kepadatan populasi dengan intensitas serangan larva C. pavonana, serta mengetahui hubungan antara intensitas serangan larva C. paconana dengan produksi tanaman pakcoy. Penelitian dilaksanakan di desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru, kabupaten Siig, Sulawesi Tengah. Penelitian dilaksanakan pada bulan maret sampai april tahun 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Dalam pelaksanaan penelitian menggunakan 5 taraf perlakuan konsentrasi dan diulang sebanyak 4 kali. Perlakuan konsentrasi ekstrak daun sirsak yaitu P0 - kontrol, P1 = 1,0% (1,0 ml larutan ekstrak daun sirsak + 98,8 ml aquades + 0,2 ml perekat), P2 = 1,5% (1,5 ml larutan ekstrak daun sirsak = 98,3 ml aquades + 0,2 ml perekat), P3 = 2,0% (2,0 ml larutan ekstrak daun sirsak + 97,8 ml aquades + 0,2 ml perekat), P4 = 2,5% (2,5 ml larutan ekstrak daun sirsak + 97,3 ml aquades + 0,2 ml perekat). Variabel pengamatan yaitu kepadatan populasi larva C. pavonana, intensitas serangan C. pavonana dan produksi tanaman pakcoy. Analisis data menggunakan analisis ragam (Anova), lalu dilanjutkan dengan uji BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun sirsak berpengaruh nyata dalam emnekan kepadatan populasi larva hingga 0,25 larva/tanaman pada konsentrasi 2,5%, dan intensitas serangan larva C. pavonana hingga 5,21% pada konsentrasi 2,5%, serta dapat meningkatkan produksi tanaman pakcoy 17,70 ton/ha pada konsentrasi 2,5%. Terdapat hubungan yang kuat (r =0,93) anatar kepadatan populasi dengan intensitas serangan larva C. pavonana, setiap peningkatan satu ekor larva pada tanaman dapat meningkatkan intensitas serangan larva C. pavonana sebesar 22,54%. Terdapat hubungan yang sedang (r=0,58) antara intensitas serangan larva C. pavonana dengan produksi tanaman pakcoy, setiap penngkatan 1% intensitas serangan larva C. pavonana, mampu menurunkan produksi tanaman pakcoy sebesar 3,91kg. Disimpulkan bahwa ekstrak sirsak berpotensi sebagai pestisida nabati yang efektif dan ramah lingkungan.
Kata Kunci: C. pavonana, ekstrak Daun Sirsak, Pakcoy, Pengendalian Hama, Pestisida Nabati.
Tidak tersedia versi lain