Skripsi Sosial Ekonomi Pertani
Analisis Pendapatan Usaha Kopra di Desa Tulo Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi
Fenti Tria Amanda Sari (E32121309). Analisis Pendapatan Usaha Kopra di Desa Tulo Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi. Dibimbing oleh Dafina Howara dan Nurmedika.
Usaha kopra menjadi salah satu mata pencaharian utama masyarakat di Desa Tulo, namun pendapatan dari usaha ini belum menunjukkan hasil yang maksimal. Kopra merupakan hasil olahan dari kelapa yang diekringkan, merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi di pasaran lokal maupun nasional. Di antara sebelas desa yang ada di Kecamatan Dolo, Desa Tulo menepati posisi pertama sebagai penghasil kopra terbesar. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Desa Tulo telah lama mengembangakan budidaya kelapa sebagai salah satu sumber penghidupan utama. Penelitian untuk mengetahui sejauh mana suaha kopra dapat menjadi sumber penghidupan yang layak. Dengan mengetahui tingkat pendapatan dari usaha kopra.
Lokasi penelitian ini dipilih secara sengaja (Purposive) dengan pertimbangan bahwa Desa Tulo adalah pengahsil kopra terbesar dari semua Desa yang ada di Kecamatan Dolo. Penelitian ini dilaksanakan di Bilan Mei-Juli Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode sensus sebagai teknik oenentuan responden. Populasi penelitian ini sebanyak 28 pengusaha kopra sehingga respondennya sebanyak 28 pengusaha kopra karena menggunakan metode sensus. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini di anggap telah mewakili dari jumlah keseluruhan petani kelapa yang mengusaha kopra yang ada di Desa Tulo Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis pendapatan (π).
Hasil analiis usaha kopra dapat disimpulkan bahwa usaha kopra di Desa Tulo Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi memberikan pendapatan yang menguntungkan dan layak untiuk dikembangkan. Rata-rata produksi kopra yang dihasilkan sebesar 554 kg per panen dengan harga jual Rp. 18.750 per kg menghasilkan total penerimaan sebesar Rp. 9.790.179, sementara total biaya produksi yang di keluarkan sebesar Rp 4.859.554 sehingga pendapatan bersih yang diperoleh mencapai Rp. 4.930.624 per panen. Hasil ini menunjukkan bahwa penerimaan usaha kopra jauh lebih besar dibandingkan baiaya yang dikeluarkan, sehingga usaha kopra mampu menjadi sumber pendapatan yang cukup baik bagi masyarakat di Desa Tulo dan memiliki prospek yang positif untuk di kembangkan secara berkelanjutan.
Tidak tersedia versi lain