Skripsi Sosial Ekonomi Pertani
Analisis Pendapatan Industri Kopi Kakomi Sou Kopi Dombu di Desa Dombu Kecamatan Marawola Barat Kabupaten Sigi
Vindi Gusniati (E321 22 072). Analisis Pendapatan Industri Kopi Kakomi Sou Kopi Dombu di Desa Dombu Kecamatan Marawola Barat Kabupaten Sigi. (Dibimbing oleh : Wildani Pingkan S. Hamzens dan Nurmedika, 2025).
Ketersediaan bahan baku di Kecamatan Marawola Barat cukup tinggi dan Desa Dombu memiliki suhu dan ketinggian ideal untuk memproduksi kopi. Inudstri Kopi Kakomi Sou Kopi Dombu terletak di Desa Dombu Kecamatan Marawola Barat Kabupaten Sigi, industri ini memproduksi dua jenis kopi yaout kopi arabika dan kopi house blend, kopi yang diolah ditanam pada ketinggian 1.680 mdpl dan menghasilkan biji kopi yang cenderung lebih padat dan cita rasa yang khas. Rata-rata produksi bulanan mencapai 75 kg, yang terdiri dari 43 kg bubuk kopi dan 32 kg kopi biji goreng. Target jumlah produksi yang ingin dihasilkan Industri yaitu sebanyak 150 kg, tetapi produksi kopi masih mengalami ketidakstabilan Hal ini disebabkan oleh ketidaktsabilan pasokan bahan baku dari kebun sendiri maupun dari mitra dan penyetaraan SOP kopi petik merah.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah berapa besar pendapatan bahan baku dari kebun sendiri dan pendapatan bahan baku yang dibeli pada Industri Kopi Kakomi Sou Kopi Dombu. Tujuan penelitian adalah menganalisis pendapatan bahan baku dari kebun sendiri dan menganalisis pendapatan bahan baku yang dibeli oleh Industri Kopi Kakomi Sou Kopi Dombu di Desa Dombu Kecamatan Marawola Barat Kabupaten Sigi. jenis penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode analisis yang digunakan yaiut analisis pendapatan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri Kopi Kakomi Sou Kopi Dombu memperoleh pendapatan dari bahan baku dari kebun sendiri sebesar Rp 2.406.084 (untuk kopi bubuk) dan Rp 2.220.480 (untuk kopi biji goreng), dengan masing-masing persentase penggunaan bahan baku sebesar 14,6% dan 11,24% terhadap total pendapatan, adapun pendapatan per Kg dari bahan baku kebun sendiri sebesar Rp 240.608.4 dan pendapatan kopi kakomi dari penggunaan bahan baku yang dibeli mencapai Rp 10.475.122 (unutk kopi bubuk) dan Rp 3.891.848 (untuk kopi biji goreng) dengan persentase penggunaan bahan baku sebesar 47,19% dan 26,97% adapun pendapatan per Kg dari bahan baku yang dibeli sebesar Rp 249.407,7.
Tidak tersedia versi lain