Skripsi Sosial Ekonomi Pertani
Analisis sistem Pemasaran usaha Keripik Tortila Ubi Ungu Pada Industri Rumah Tangga Tu Padang Di Desa Sarumana Kecamatan Palolo
Rianti (E321 21 148) Analisis sistem Pemasaran usaha Keripik Tortila Ubi Ungu Pada Industri Rumah Tangga Tu Padang Di Desa Sarumana Kecamatan Palolo, (di bimbing Oleh Dafina Howara Dan Wira Hatmi, 2026).
Pengembangan agroindustri menjadi salah satu prioritas pembangunan yang bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomi dari produk pertanian. Ubi ungu, yang kaya manfaat kesehatan, diolah menjadi keripik tortilla oleh industri rumah tanggaTu Padang di Desa Sarumana, Kecamatan Palolo, industri ini memiliki kapasitas produksi tertinggi di Kecamatan Palolo. Adanya perbedaan harga antara produsen, pengecer, dan konsumen akhirmenunjukkan adanya saluran distribusi berjenjang yang belum diketahui efektivitasnya dalam menjangkau pasar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pemasaran keripik tortilla ubi ungu pada industri Rumah Tangga Tu Padang di Desa Sarumana, Kecamatan Palolo, yang meliputi struktur saluran pemasaran, margin, bagian harga yang diterima produsen, serta tingkat efisiensinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deksriptif kuantitatif, dilaksanakan pada bulan Juni sampai Juli 2025. Penentuan responden menggunakan metode Purposive Sampling. Sumber data peneltiian ini di peroleh dari data primer melalui observasi dilapangan, wawancara langsung dengan responden menggunakan daftar pertanyaan (Kuesioner), dan data sekunder merupakan data yang diperoleh dari instansi terkait. Data dianalisis menggunakan metode analisis margin pemasaran, bagian harga ditingkat produsen (farmer's share) dan efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan sistem pemasaran yang digunakan oleh industri RUmah tangga Tu Padang terdiri atas tiga saluran, yaitu : Penjualan langsung dari produsen ke konsumen tanpa perantara (Saluran I), Penjualan dari produsen ke pengecer umum (Saluran II), dan Penjualan dari produsen ke UKM Linda sebagai pengecer oleh-oleh (Saluran III). Margin pemasaran tertinggi diperoleh pada saluran II, yaitu sebesar Rp45.000 per kemasan 1.000 gr dan Rp10.000 per kemasan 100 gram. Sedangkan saluran ke III memiliki margin Rp5.000 untuk kemasan 100 gr, Sementara saluran I tidak memiliki margin karena produsen menjual langsung ke konsumen tanpa perantara. Farmer's Share tertinggi terdapat pada saluran I dengan nilai 100%, Nilai farmer's share terendah terdapat pada saluran 2 (kemasan 100 gr), yaitu hanya 50%. Sementara Nilai farmer's share pada saluran III sebesar 66,67% pada kemasan 100 gram. Efisiensi pemasaran Saluran II menunjukkan efisiensi tertinggi 6,91%, diikuti saluran I sebesar 9,87%, sedangkan Saluran III tergolong paling rendah karena tingkat efisiensinya 14,3%.
Tidak tersedia versi lain