Skripsi Sosial Ekonomi Pertani
Peran Kelompok Tani Dalam Usahatani Padi Sawah Di Desa Salumpaga Kecamatan Toli-Toli Utara Kabupaten Toli-Toli
Arjun (E32121306). Peran Kelompok Tani Dalam Usahatani Padi Sawah Di Desa Salumpaga Kecamatan Toli-Toli Utara Kabupaten Toli-Toli (Dibimbing oleh Bapak Made Antara dan Ibu Yulianti Kalaba, 2026).
Peranan utama kelompok tani dipandang sebagai proses membantu petani untuk mengambil keputusan sendiri dengan cara menambah pilihan bagi mereka, dan menolong petani mengembangkan wawasan mengenai konsekuensi dari masing-masing pilihan tersebut. Kelompok tani dibentuk berdasarkan surat keputusan dan dimaksudkan sebagai wadah komunikasi antar petani, serta antar petani dengan kelembagaan terkait dalam proses alih teknologi. Surat keputusan tersebut dilengkapi dengan ketentuanketentuan atau tolak ukur untuk memonitor dan mengevaluasi kinerjanya. Kinerja tersebut akan menentukan tingkat kemampuan kelompok.
Tempat dan waktu penelitian akan di laksanakan di Desa Salumpaga Kecamatan Toli-Toli Utara Kabupaten Toli-Toli. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja (purposive). Penelitian ini akan dilaksanakan mulai dari bulan Agustus - Oktober 2025. Penentuan responden dalam penelitian ini dilakukan secara acak (random sampling) Untuk menentukan responden maka akan digunakan rumus slovin. Jumlah keseluruhan dari 11 kelompok tani yaitu sebanyak 275 orang. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 16%. Maka diperoleh jumlah sampel 39 orang petan.
Berdasarkan hasil penelitian mengenai Peran Kelompok Tani dalam Peningkatan Produksi Padi Sawah di Desa Salumpaga Kecamatan Toli-Toli Utara, diperoleh kesimpulan bahwa pada aspek kelas belajar dan wahana kerjasama, seluruh responden berada pada kategori tinggi (100%), yang menunjukkan bahwa kedua peran tersebut telah terlaksana secara efektif dan memberikan dampak positif bagi peningkatan pengetahuan serta kerja sama antar anggota kelompok tani. Namun, pada aspek unit produksi, sebagian besar responden yaitu 32 orang (96,96%) berada pada kategori rendah, dan hanya 1 responden (3,03%) yang berada pada kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun fungsi kelompok tani sebagai sarana belajar dan kerja sama berjalan sangat baik, namun pelaksanaannya sebagai unit produksi masih belum optimal. Rendahnya kategori pada aspek unit produksi mengindikasikan adanya keterbatasan dalam penerapan praktik produksi, seperti fasilitas produksi yang belum memadai, keterbatasan teknologi, dan kurangnya pendampingan dalam mengelola usaha produktif. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa peran kelompok tani telah sangat efektif dalam peningkatan pengetahuan dan kerja sama, namun masih memerlukan upaya peningkatan pada aspek produktivitas langsung di lapangan.
Tidak tersedia versi lain