Skripsi Budidaya Pertanian
Pengaruh Jenis Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa chinensis L.)
Andi Makmur (E 281 21 265) Pengaruh Jenis Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brasicca rapa chinensis L.). Dibimbing oleh Muhardi dan Ramli (2026)
Pakcoy (Brassica rapa chinensis L.) dikategorikan sebagai sayuran yang kaya akan gizi, vitamin, dan mineral. Tanaman ini tergolong mudah dibudidayakan serta memiliki siklus hidup yang relatif singkat. Masa panen pokcoy berlangsung selama 30-45 hari setelah tanam, dengan karakteristik daun berbentuk lonjong melebar serta batang berwarna hijau muda memiliki banyak air. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (2024), produksi sawi pakcoy di Kota Palu pada tahun 2024 tercatat sebanyak 1,456 ton. mengalami penurunan sebesar 54,61 % dibandingkan dengan tahun 2023 yang mencapai 2,666 ton. Penurunan produksi tersebut disebabkan oleh teknik budidaya yang kurang efektif serta penggunaan pupuk kimia secara berlebihan. Produksi pakcoy mengalami penurunan akibat penggunaan pupuk anorganik yang menyebabkan degradasi tanah, sehingga diperlukan penanganan yang tepat. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan aplikasi pupuk organik cair serta penambahan media tanam pada lahan guna meningkatkan produksi pakcoy. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian jenis pupuk pupuk organik cair air cucian beras, buah pepaya, dan kulit semangka terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Penelitian ini dilaksanakan di area lahan Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Pelaksanaannya akan dijadwalkan berlangsung pada bulan Mei sampai dengan Agustus 2025. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 jenis perlakuan dengan jumlah konsentarsi yang di gunakan sebanyak 250 ml. pemberian pupuk organik cair di lakukan sebanyak 4 kali dengan dosis 10 ml setiap P0= Tanpa Perlakuan (kontrol), P1 = Air Beras, P2 = POC buah Pepaya/l Liter air, P3 = POC Kulit Semangka/l Liter air, P4 = Kombinasi POC Air Beras, Buah Pepaya, Kulit Semangka/l Liter air, setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali, sehingga diperoleh 25 unit perlakuan. Setiap unit perlakuan terdiri atas tiga polybag, dengan masing-masing polybag ditanami satu tanaman. Dengan demikian jumlah total tanaman dalam penelitian ini adalah 75 tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian jenis pupuk organik cair berbahan dasar Air Cucian Beras, POC Buah Pepaya, POC Kulit Semangka, serta kombinasi POC Air Beras, Buah Pepaya, Kulit Semangka tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman, namun terdapat adanya kecenderungan pada perlakuan P2 Pupuk Organik Buah Pepaya.
Tidak tersedia versi lain