Skripsi Sosial Ekonomi Pertani
Manajemen Persediaan Keripik Pisang pada Industri Rumah Tangga Darmatian Product di Kota Palu
Annisa Oktaviani (E 321 21 167), Manajemen Persediaan Keripik Pisang pada Industri Rumah Tangga Darmatian Product di Kota Palu. Dibimbing oleh Bapak Made Antara dan Ibu Karlina Muhsin Tondi, 2026. Agroindustri pangan di Indonesia berkembang dalam berbagai skala, dari industri besar hingga UMKM. Salah satu produk yang populer adalah keripik pisang. Pada Industri rumah tangga Darmatian Product, manajemen persediaan selama ini belum memakai metode yang sistematis, barang yang lama dan baru masih disimpan secara bersamaan mengakibatkan resiko kerusakan keripik pisang lebih tinggi. Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti mencoba menerapkan metode FIFO (First In First Out) yang sebelumnya belum pernah digunakan di Darmatian Product. Metode ini dipilih karena sesuai dengan kondisi produk keripik pisang, di mana barang yang lebih dulu diproduksi memang harus dijual lebih dulu agar kualitas tetap terjaga. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualititatif deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai dengan bulan Oktober 2025, pada industri rumah tangga Darmatian Product di Jalan Kh.Wahid Hasyim No.6 Palu. Penentuan sampel ditentukan secara sengaja (Purposive). Responden yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 8 orang dengan teknik pengumpulan data bersumber dari data primer dan data Sekunder. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan metode First In First Out (FIFO). Tahapan analisis data diawali dengan mengidentifikasi kondisi pengelolaan persediaan sebelum penerapan metode FIFO, meliputi sistem pencatatan, penataan barang, serta alur barang masuk dan keluar gudang. Selanjutnya, peneliti menganalisis proses penerapan metode FIFO yang dilakukan pada saat penelitian berlangsung, dengan menyusun kartu stok berbasis FIFO untuk mencatat pergerakan barang berdasarkan urutan masuk (batch produksi). Manajemen persediaan sebelum diterapkannya metode FIFO masih dilakukan secara sederhana dan belum terstruktur, sehingga berpotensi menimbulkan penumpukan stok lama, penurunan kualitas produk, serta terjadinya barang retur. Penerapan metode FIFO yang mulai dilakukan pada saat penelitian berlangsung mampu memperbaiki alur persediaan dengan memisahkan produk berdasarkan urutan masuk (batch), mempermudah proses pengeluaran barang, serta membantu pengelola dalam memantau pergerakan stok secara lebih jelas. Dengan adanya kartu stok berbasis FIFO, pengelolaan persediaan menjadi lebih tertib dan mendukung kelancaran distribusi produk.
Tidak tersedia versi lain