Skripsi Sosial Ekonomi Pertani
Diversifikasi Produk Olahan Kelapa Guna Meningkatkan Pendapatan Petani Kelapa Dalam di Desa Rerang Kecamatan Dampelas Kabupaten Donggala
Tsaniyatul Mufidah (E321 22 020). Diversifikasi Produk Olahan Kelapa Guna Meningkatkan Pendapatan Petani Kelapa Dalam di Desa Rerang Kecamatan Dampelas Kabupaten Donggala, dibimbing oleh Effendy dan Sulmi, 2025. Kelapa merupakan pohon serba guna, mempunyai nilai ekonomis, dan seluruh bagian tanamananya bermanfaat dalam kehidupan manusia seharihari.Kenyataannya, meskipun kelapa dalam merupakan komoditas potensial, tingkat pendapatan petani kelapa di desa Rerang masih tergolong rendah dan belum mencerminkan nilai ekonomi dari komoditas tersebut yang disebabakan oleh fluktuatifnya harga kelapa. Tujuan Penelitian Untuk mengidentifikasi jenis dan kendala yang dihadapi petani dan juga tingkat Pendapatan Petani yang melakukan diversifikasi produk olahan kelapa di desa Rerang Kecamatan Dampelas Kabupaten Donggala. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di Desa Rerang Kecamatan Dampelas Kabupaten Donggala pada bulan Agustus - Oktober 2025. Metode penentuan responden yang digunakan yaitu purposive sampling sebanyak 41 petani kelapa yang melakukan diversifikasi produk kopra dan hasil sampingannya arang tempurung. Jenis data yang digunakan yaitu data primer berupa penelitian melalui wawancara langsung dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner). Alat analisis yang digunakan yaitu deskriptif dan analisis pendapatam yang digunakan untuk menganalisis tingkat pendapatan usaha diversifikasi kelapa. Petani di Desa Rerang melakukan diversifikasi vertikal berupa pengolahan kelapa menjadi kopra dan pemanfaatan hasil samping tempurung menjadi arang. Terbatasnya peralatan pengolahan, Kurangnya pengetahuan teknologi pengolahan, Fluktuasi harga dan rendahnya permintaan pasar, menjadi kendala yang dihadapi petani kelapa dalam upaya diversifikasi. Diversifikasi produk kopra dan arang mampu meningkatkan pendapatan petani. Terbukti dimana pendapatan hasil usaha kopra sebesar Rp12.894.407/ha/panen dengan harga jual kopra Rp17.000/kg yang ditambah dengan hasil usaha arang sebesar Rp4.118.243/ha/panen dengan nilai jual arang Rp14.000/kg, maka total pendapatan petani dari kedua produk diversifikasi tersebut menjadi Rp17.012.651/ha/panen. Sementara total penerimaan kedua usaha tersebut (Rp25.513.707) lebih tinggi dari biaya yang dikorbankan (Rp8.501.651) sehingga dikatakan layak untuk diusahakan.
Tidak tersedia versi lain