Skripsi Hama dan Penyakit Tana
Sebaran Dan Keanekaragaman Serangga Akuatik Pada Sungai Sekitar Tambang Emas Poboya di Kecamatan Mantikulore Kota Palu
Rezki maulana (E28122222) Sebaran Dan Keanekaragaman Serangga Akuatik Pada Sungai Sekitar Tambang Emas Poboya di Kecamatan Mantikulore Kota Palu. (Dibimbing oleh Ibu Hasriyanty dan Bapak Abd. Wahid, 2026). Sungai Pondo di Kelurahan Poboya menghadapi tekanan lingkungan akibat aktivitas antropogenik yang beragam, mulai dari pertambangan emas, galian C, hingga limbah domestik, yang berpotensi menurunkan kualitas habitat perairan. Penelitian ini bertujuan menganalisis sebaran dan keanekaragaman serangga akuatik menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-inferensial melalui metode survei dengan teknik purposive sampling pada tiga stasiun pengamatan (total 9 titik sampel). Hasil penelitian mengidentifikasi 501 individu serangga akuatik yang terdiri dari 7 ordo, 21 famili, dan 31 genus, di mana analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada kelimpahan antar stasiun (p=0,045). Uji lanjut Mann-Whitney mengonfirmasi bahwa perbedaan nyata secara spesifik terjadi antara Stasiun 1 (area minim aktivitas) dan Stasiun 3 (Area padat aktivitas penduduk) dengan nilai p=0,016, yang selaras dengan penurunan indeks keanekaragaman dari H'=2,569 ke H'=1,731 serta degradasi kualitas air secara biologis (HFBI) dari kategori 'Baik' (4,41) menjadi 'Buruk' (6,55). Analisis spasial yang didominasi oleh pola sebaran Acak (27 genus) dan Seragam (4 genus) mengindikasikan ketidakstabilan habitat akibat gangguan fisik seperti sedimentasi, sehingga memaksa serangga menyebar secara non-agregat. Secara keseluruhan, peningkatan aktivitas antropogenik di Sungai Pondo telah mengakibatkan penyederhanaan struktur komunitas serangga akuatik dan penurunan kualitas perairan yang signifikan secara bertahap dari hulu ke hilir. Kata Kunci: Serangga akuatik, kualitas perairan, Dampak aktivitas tambang, Pencemaran sungai.
Tidak tersedia versi lain