Skripsi Sosial Ekonomi Pertani
Hubungan Antara Penerapan GAP (Good Agriculture Practice) Dengan Produksi Kakao di Desa Sejahtera, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi.
I Komang Sirdanata (E 321 21 164) Judul Skripsi Hubungan Antara Penerapan GAP (Good Agriculture Practice) Dengan Produksi Kakao di Desa Sejahtera Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi Dibimbing oleh (Alimuddin Laapo) dan (Denni Ch Lawalata), 2025. Kakao (Theobroma cacao L) merupakan pohon budidaya diperkebunan yang berasal dari Amerika Selatan, salah satu komoditi perkebunan yang berperan cukup tinggi bagi perekonomian nasional. Pelatihan GAP (Good Agricultural Practices) oleh PT. Jebe Trading di Desa Sejahtera Kecamatan Palolo sudah berjalan 6 tahun dimulai pada tahun 2018, namun produktivitas kakao yang diperoleh hanya mencapai 0,81Ton/Ha pada tahun 2023 atau masih dibawah standar produkivitas potensial yaitu sebesar 1,5 Ton/Ha. Menurut BISIP (Balai Informasi Standar Instrumen Pertanian) pada dasarnya produktivitas kakao nasional mampu mencapai 2-3 Ton/Ha jika pada proses budidaya mengikuti standar panduan GAP (Good Agricultural Practices). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penerapan GAP (Good Agricultural Practices) pemangkasan, pemupukan, panen teratur, dan sanitasi dengan produksi petani kakao di Desa Sejahtera Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang ini dilaksanakan di Desa Sejahtera, penentuan lokasi secara sengaja Purposive sampling, waktu penelitian pada Bulan Oktober 2024 hingga Bulan Maret 2025. Penentuan responden dalam penlitian ini menggunakan rumus slovin, dari 124 jumlah populasi menjadi 33 jumlah responden petani yang termasuk dalam binaan PT. Jebe Trading. Jenis data yang digunakan terdiri dari data primer dan data seskunder. Analisisi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif dan analisis uji Chi-Square. Hasil dari penelitian ini menunjukkan hubungan antara penerapan GAP pemangkasan yang memperoleh nilai Chi-Square 4.911 dan p-value = 0.027 (< 0.05), penerapan GAP pemupukan memperoleh nilai Chi-Square 4.537 dan pvalue = 0.033 (< 0.05), penerapan GAP panen teratur memperoleh nilai ChiSquare 4.164 dan p-value = 0.041 (< 0.05) dan penerapan GAP sanitasi memperoleh nilai Chi-Square 3.410 dan p-value = 0,065 (> 0.05). Sehingga pemangkasan, pemupukan dan panen teratur berhubungan secara nyata dengan produksi kakao sedangkan Sanitasi memiliki hubungan yang tidak nyata dengan produksi kakao. Rekomendasi untuk memaksimalkan penerapan GAP khususnya sanitasi dan melakukan replanting serta meningkatkan efektivitas pelatihan GAP oleh PT. Jebe Trading dengan meningkatkan frekuensi pelatihan.
Tidak tersedia versi lain