Tesis Magister Agribisnis
Pengaruh Penyelenggaraan Penyuluhan Dan Literasi Digital Terhadap Kinerja Usahatani Padi Sawah Di Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah
Dyah Kusmeri, Pengaruh Penyelenggaraan Penyuluhan Dan Literasi Digital Terhadap Kinerja Usahatani Padi Sawah Di Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah. Dibimbing oleh, Made Antara dan Christoporus
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan pengaruh penyelenggaraan penyuluhan dan literasi digital terhadap kinerja usahatani padi sawah, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan metode explanatory research dengan pendekatan kuantitatif. Data primer diperoleh dari 66 petani padi sawah yang dipilih dengan metode simple random sampling dari populasi 192 petani. Variabel yang dianalisis meliputi penyelenggaraan penyuluhan (kesesuaian materi, frekuensi, metode penyampaian, dan kemampuan penyuluh memberi solusi), literasi digital (kepemilikan perangkat, kemampuan mencari informasi, pemanfaatan media sosial, dan penggunaan informasi digital dalam pengambilan keputusan), serta kinerja usahatani (produksi, pencapaian target hasil, efisiensi penggunaan input, dan stabilitas keuntungan). Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) dengan bantuan software SmartPLS 3.0.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan penyuluhan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja usahatani padi sawah (β = 0,244; p = 0,010), yang berarti semakin baik mutu penyuluhan maka semakin meningkat pula capaian produksi, efisiensi input, dan pendapatan petani. Literasi digital juga terbukti berpengaruh positif dan sangat signifikan terhadap kinerja usahatani (β = 0,575; p = 0,000), sehingga peningkatan kemampuan digital petani memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perbaikan kinerja usahatani dibandingkan penyuluhan. Secara simultan, kedua variabel independen tersebut mampu menjelaskan 58,8% variasi kinerja usahatani (R² = 0,588), dengan literasi digital menjadi faktor dominan. Temuan ini menegaskan pentingnya sinergi antara penguatan program penyuluhan dan peningkatan literasi digital sebagai strategi untuk mendorong produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan usahatani padi sawah di wilayah penelitian.
Kata Kunci: Penyelenggaraan Penyuluhan, Literasi Digital, Kinerja UsahaTani, Padi Sawah.
Tidak tersedia versi lain