Skripsi Budidaya Pertanian
Karakteristik Kimia dan Organoleptik Crackers MPASI pada Berbagai Rasio Ekstrak Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) dan Tepung Kacang Hijau (Vigna radiata L.)
SISKA WULANDARI (E 281 19 001). "Karakteristik Kimia dan Organoleptik Crackers MPASI pada Berbagai Rasio Ekstrak Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) dan Tepung Kacang Hijau (Vigna radiata Penelitian ini dibimbing oleh Rostiati Dg Rahmatu dan Septian Palma Ariani.
Crackers merupakan produk yang tidak membutuhkan pengembangan. maka tepung yang digunalean adalah tepung protein rendah agar produk yang dihasilkan renyah dan tidak keras. Kualitas crackers dapat diukur melalui sifat fisiokimia yang menentukan zat gizi, sifat fisik meliputi warna, tekstur, aroma, rasa dan sifat organoleptik yang menentukan penerimaan crackers terhadap konsumen secara keseluruhan. Tujuan penelitian untuk mendapatkan karakteristik kimia dan organoleptik yang terbaik pada perbandingan rasio ekstrak buah naga merah dan tepung kacang hijau crackers MPASI. Penelitian dilakukan di Laboratorium Agroindustri, Fakultas Pertanian dan Laboratorium Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tadulako, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah. Waktu penelitian ini dimulai pada bulan Februari sampai April 2024. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola satu faktor yang diterapkan untuk analisis sifat fisik dan kimia. Sedangkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) digunakan untuk analisis sifat organoleptlk. Parameter penelitian diantaranya kadar air, kadar abu, kadar protein, vitamin C, antioksidan dan uji organoleptik (warna, aroma, tekstur, rasa, tekstur dan kesukaan keseluruhan). Dengan rasio penambahan ekstrak buah naga dan tepung kacang hijau (mL:g) yaitu PO = tanpa perlakuan (kontrol), Pl = 20:50, P2 — 30:40, P3 = 40:30, P4 = 50:20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kadar protein crackers akan semakin meningkat jika semakin banyak spoporsi tepung kacang hijau yang ditambahkan. Sedangkan pada nilai vitamin C dan antioksidan pada crackers akan semakin meningkat seiring bertambahnya ekstrak buah naga yang ditambahkan. Pemberian ekstrak buah naga merah dan tepung kacang hijau pada rasio perbandingan 50:20 (mL/g) memberikan karakteristik fisiokimia dan organoleptik yang terbaik pada crackers MPASI.
Tidak tersedia versi lain